Pondok pesantren ini dibangun
berdasarkan dengan melihat kondisi di wilayah kami terutama di Desa sukajaya
belum adanya pondok pesantren yang berbasic salafiyah dan yang menampung yatim
piatu,duafa dan anak terlantar,sebenarnya pondok pesantren attarbiyyah ini
sudah ada sejak tahun 1997,hanya saja dulu proses pembelanjaran para santri
didalam masjid jami. berhubung mengganggu tempat ibadah dan keterbatasan waktu
jadi para tokoh menyepakati untuk membangun madrasah dipinggir masjid jami
tersebut dengan dua lantai,lantai bawah kami pergunakan untuk kegiatan belajar
mengajar dan lantai atas kami gunakan untuk menginap santri putra.
Pada zaman itu santri yang masuk
di pesantren kami sebanyak 120 santri Putra dan putri, dan yang menetap hanya
santri putra nya saja sebanyak 30 santri. Proses pembelajaran selama 3 tahun
berjalan dengan lancar tetapi karena bangunan tersebut bukanlah permanen
dimakannya waktu menjadikanya rapuh dan roboh sehingga para santri di pindahkan
ke rumah kami yang kecil, karena pada saat itu terbatasnya sdm dan kurangnya
wawasan perihal dana bantuan dr pemerintah ataupun yg lainnya jd kami hanya
bisa diam,dan satu persatu para santri pada pulang ke rumahnya masing-masing
sehingga hanya tersisa 10 orang saja.Mereka tinggal bersama kami sampai dewasa
dan Alhamdulillah mereka bermukim tersebar di beberapa wilayah.
Sampai tahun 2001 sudah tidak ada
lagi santri yang menginap, Yang menjadi miris dan ganjalan dihati kami,selagi
anak-anak semangat-semangatnya menimba ilmu namun kami belum bisa
mewujudkannya,ditambah lagi dengan kondisi guru yang mengajar terhitung dengan
ekonomi yang pas-pasan, namun bagi kami semua itu tidak menjadi halangan untuk
selalu syi’ar dan terus berjihad, walau tidak ada lagi santri yang mondok
dipesantren kami, namun sehari-hari proses belajar mengajar terus berjalan
sampai sekarang. Dari tahun ke tahun perecanaan pembangunan ini terus berjalan
sampai di tahun 2005 kami mendirikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), yang
pada waktu itu, di kecamatan Lembang baru ada satu PAUD yaitu yang kami
dirikan, dan untuk lokasi pembelajaran pun rumah orang tua ,kami pakai untuk kegiatan
pembelajaran agar berlangsung nya PAUD tersebut, Alhamdulillah PAUD ini
berjalan sampai sekarang.
Ditahun 2006 kami mempunyai
bagian sebidang tanah yang luasnya ± 84 m2, kami pikir walaupun kami
tergolong mempunyai ekonomi lemah tapi, kami bertekad untuk menggunakan tanah
tersebut untuk pembangunan Pondok Pesantren AT-TARBIYAH, berhubung tanah nya
bersebelahan dengan punya saudara yang luas nya sama, dan tanah tersebut pun
dihibahkan sehingga luasnya bertambah
menjadi ±168m2.
Dengan bersilaturahmi dan
aktipnya dipemerintahan sampailah kami dipertemukan dengan calon Bupati Bandung
Barat Yakni Bapak Abu Bakar, dari situ kami mulai kenal dan dekat dengan beliau,kami
sering bicarakan perihal pembangunan pondok pesantren attarbiyyah.
Setelah beliau terpilih menjadi
bupati bandung barat ditahun 2008 kami merencanakan untuk memulai pembangunan
ditanah tersebut dan peletakan batu pertamanya pun oleh beliau serta dihadiri
oleh berbagai instansi dan, jamaah majlis ta’lim – majlis ta’lim,dalam isi
sambutannya beliau menjanjikan untuk menyumbang sebesar 40 jt,kami mengira dana
tersebut akan langsung kami terima tetapi ternyata tidak,dan dana tersebut baru
cair ditahun 2013 itupun dengan 2 terment yg diterima pun sebesar 30jt,tapi
kami tetap bersyukur dan mempergunakan uang itu dengan melanjutkan pondasi yg
sempat tertunda dalam waktu lama dan hanya sampai untuk pembangunan pondasi
cakar ayam sj,dari situ kami pernah donasi
dan menyebar proposal – proposal ke berbagai perusahaan namun tdk membuahkan
hasil.
Tahun 2014 kami mendapat dana
dari donatur salahsatu majlis ta,lim sebesar 11 jt dan memulai kembali
membangun dindingnya itupun blm semuanya,dari waktu ke waktu kami menyisihkan
uang sedikit demi sedikit sehingga hanya terbangun 36 m dari luas tanah 168 m,itupun tidaklah permanen semua atap nya
pun dari asbes.
Setelah terbangun kami menampung 6
anak dengan usia yang sama lulus sd latar belakang mereka ada yg duafa,ada yg
piatu,dan ada juga anak terlantar sehingga Bangunan ini kami bagi menjadi 3
ruangan yang satu ruangan untuk tidur mereka,dan dua ruangan lainya kami pakai
untuk kegiatan belajar mengajar,pagi dipakai paud (pendidikan anak usia
dini),bada ashar mengaji anak –anak,ba’da magrib mengaji anak remaja dan
selanjutnya mengaji ibu – ibu lansia.
Berhubung kami tidak mempunyai
donatur tetap, mereka kami sekolahkan hanya sampai smp saja,dan satu persatu
mereka pun dibawa pulang oleh saudara jauhnya,sampai saat ini bangunan itu
belum bertambah, kami hanya bisa merawatnya saja dengan mengecat dinding nya,
dan untuk dinding- dinding yang belum
beratap kondisi sekarang sudah berlumut.
Demikian cerita singkat mengenai pondok
pesantren attarbiyyah,ponpes ini didirikan semata – mata karena kami peduli dan
merasa bertanggung jawab serta miris dengan kondisi anak-anak jaman sekarang, sehingga menjadikan
kuatnya tekad kami dalam berjuang dan berjihad di jalan Alloh dengan Istiqomah ,demi
mewujudkan generasi mendatang yang berakhlakul karimah.
Maka untuk itu semua besar
harapan kami agar bisa menyentuh tangan-tangan orang dermawan yang mau
menyisihkan sebagian rizkinya dan mau menjadi donatur untuk pembangunan Pondok
Pesantren tersebut.
Sebelum dan sesudahnya kami
ucapkan banyak terimakasih, Semoga amal kebajikan Ibu/Bapak Saudara/I
menjadikan amal yang akan mendapatkan berkah dan keridhoan Alloh SWT.
