Jumat, 05 Juli 2019



Pondok pesantren ini dibangun berdasarkan dengan melihat kondisi di wilayah kami terutama di Desa sukajaya belum adanya pondok pesantren yang berbasic salafiyah dan yang menampung yatim piatu,duafa dan anak terlantar,sebenarnya pondok pesantren attarbiyyah ini sudah ada sejak tahun 1997,hanya saja dulu proses pembelanjaran para santri didalam masjid jami. berhubung mengganggu tempat ibadah dan keterbatasan waktu jadi para tokoh menyepakati untuk membangun madrasah dipinggir masjid jami tersebut dengan dua lantai,lantai bawah kami pergunakan untuk kegiatan belajar mengajar dan lantai atas kami gunakan untuk menginap santri putra.
Pada zaman itu santri yang masuk di pesantren kami sebanyak 120 santri Putra dan putri, dan yang menetap hanya santri putra nya saja sebanyak 30 santri. Proses pembelajaran selama 3 tahun berjalan dengan lancar tetapi karena bangunan tersebut bukanlah permanen dimakannya waktu menjadikanya rapuh dan roboh sehingga para santri di pindahkan ke rumah kami yang kecil, karena pada saat itu terbatasnya sdm dan kurangnya wawasan perihal dana bantuan dr pemerintah ataupun yg lainnya jd kami hanya bisa diam,dan satu persatu para santri pada pulang ke rumahnya masing-masing sehingga hanya tersisa 10 orang saja.Mereka tinggal bersama kami sampai dewasa dan Alhamdulillah mereka bermukim tersebar di beberapa wilayah.
Sampai tahun 2001 sudah tidak ada lagi santri yang menginap, Yang menjadi miris dan ganjalan dihati kami,selagi anak-anak semangat-semangatnya menimba ilmu namun kami belum bisa mewujudkannya,ditambah lagi dengan kondisi guru yang mengajar terhitung dengan ekonomi yang pas-pasan, namun bagi kami semua itu tidak menjadi halangan untuk selalu syi’ar dan terus berjihad, walau tidak ada lagi santri yang mondok dipesantren kami, namun sehari-hari proses belajar mengajar terus berjalan sampai sekarang. Dari tahun ke tahun perecanaan pembangunan ini terus berjalan sampai di tahun 2005 kami mendirikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), yang pada waktu itu, di kecamatan Lembang baru ada satu PAUD yaitu yang kami dirikan, dan untuk lokasi pembelajaran pun rumah orang tua ,kami pakai untuk kegiatan pembelajaran agar berlangsung nya PAUD tersebut, Alhamdulillah PAUD ini berjalan  sampai sekarang.
Ditahun 2006 kami mempunyai bagian sebidang tanah yang luasnya ± 84 m2, kami pikir walaupun kami tergolong mempunyai ekonomi lemah tapi, kami bertekad untuk menggunakan tanah tersebut untuk pembangunan Pondok Pesantren AT-TARBIYAH, berhubung tanah nya bersebelahan dengan punya saudara yang luas nya sama, dan tanah tersebut pun dihibahkan sehingga luasnya  bertambah menjadi ±168m2.
Dengan bersilaturahmi dan aktipnya dipemerintahan sampailah kami dipertemukan dengan calon Bupati Bandung Barat Yakni Bapak Abu Bakar, dari situ kami mulai kenal dan dekat dengan beliau,kami sering bicarakan perihal pembangunan pondok pesantren attarbiyyah.
Setelah beliau terpilih menjadi bupati bandung barat ditahun 2008 kami merencanakan untuk memulai pembangunan ditanah tersebut dan peletakan batu pertamanya pun oleh beliau serta dihadiri oleh berbagai instansi dan, jamaah majlis ta’lim – majlis ta’lim,dalam isi sambutannya beliau menjanjikan untuk menyumbang sebesar 40 jt,kami mengira dana tersebut akan langsung kami terima tetapi ternyata tidak,dan dana tersebut baru cair ditahun 2013 itupun dengan 2 terment yg diterima pun sebesar 30jt,tapi kami tetap bersyukur dan mempergunakan uang itu dengan melanjutkan pondasi yg sempat tertunda dalam waktu lama dan hanya sampai untuk pembangunan pondasi cakar ayam sj,dari situ kami pernah  donasi dan menyebar proposal – proposal ke berbagai perusahaan namun tdk membuahkan hasil.
Tahun 2014 kami mendapat dana dari donatur salahsatu majlis ta,lim sebesar 11 jt dan memulai kembali membangun dindingnya itupun blm semuanya,dari waktu ke waktu kami menyisihkan uang sedikit demi sedikit sehingga hanya terbangun 36 m dari luas tanah  168 m,itupun tidaklah permanen semua atap nya pun dari asbes.
Setelah terbangun kami menampung 6 anak dengan usia yang sama lulus sd latar belakang mereka ada yg duafa,ada yg piatu,dan ada juga anak terlantar sehingga Bangunan ini kami bagi menjadi 3 ruangan yang satu ruangan untuk tidur mereka,dan dua ruangan lainya kami pakai untuk kegiatan belajar mengajar,pagi dipakai paud (pendidikan anak usia dini),bada ashar mengaji anak –anak,ba’da magrib mengaji anak remaja dan selanjutnya mengaji ibu – ibu lansia.
Berhubung kami tidak mempunyai donatur tetap, mereka kami sekolahkan hanya sampai smp saja,dan satu persatu mereka pun dibawa pulang oleh saudara jauhnya,sampai saat ini bangunan itu belum bertambah, kami hanya bisa merawatnya saja dengan mengecat dinding nya, dan untuk dinding- dinding  yang belum beratap kondisi sekarang sudah berlumut.
Demikian cerita singkat mengenai pondok pesantren attarbiyyah,ponpes ini didirikan semata – mata karena kami peduli dan merasa bertanggung jawab serta miris dengan kondisi  anak-anak jaman sekarang, sehingga menjadikan kuatnya tekad kami dalam berjuang dan berjihad di jalan Alloh dengan Istiqomah ,demi mewujudkan generasi mendatang yang berakhlakul karimah.
Maka untuk itu semua besar harapan kami agar bisa menyentuh tangan-tangan orang dermawan yang mau menyisihkan sebagian rizkinya dan mau menjadi donatur untuk pembangunan Pondok Pesantren tersebut.
Sebelum dan sesudahnya kami ucapkan banyak terimakasih, Semoga amal kebajikan Ibu/Bapak Saudara/I menjadikan amal yang akan mendapatkan berkah dan keridhoan Alloh SWT.